Pantai

Hari Minggu pagi yang cerah menjadi awal yang sempurna untuk berlibur. Sejak seminggu sebelumnya, aku dan saudara-saudaraku—Fano, Ican, dan Farid—sudah berencana untuk jalan-jalan ke pantai. Kami semua sudah lama tidak berkumpul karena sibuk dengan kegiatan masing-masing. Maka dari itu, hari itu kami ingin benar-benar menikmati waktu bersama. Kami berkumpul di rumah pukul tujuh pagi, membawa bekal, kamera, dan semangat yang menggebu-gebu.


Perjalanan menuju pantai memakan waktu sekitar satu jam. Di sepanjang jalan, kami bercanda dan bernyanyi bersama. Angin pagi terasa sejuk, menambah semangat kami. Sesampainya di pantai, suara deburan ombak langsung menyambut kami dengan lembut. Pasir putih yang halus dan air laut yang biru jernih membuat kami tidak sabar untuk bermain. Kami segera melepas sandal dan berlari ke tepi air sambil tertawa-tawa seperti anak kecil yang baru pertama kali ke pantai.

Ican yang hobi fotografi membawa kameranya dan mulai mengambil gambar kami yang sedang bermain bola di pasir. Fano dan Farid mencoba membuat istana pasir, namun setiap kali hampir selesai, ombak datang dan meruntuhkannya. Kami semua tertawa terbahak-bahak melihat wajah mereka yang kaget karena ombak tiba-tiba menghantam. Setelah puas bermain, kami duduk di bawah pohon kelapa sambil menikmati bekal yang kami bawa. Ada nasi goreng, ayam goreng, dan buah-buahan segar. Fano juga membeli kelapa muda di warung dekat pantai. Rasanya manis dan menyegarkan setelah bermain di bawah terik matahari.

Sambil makan, kami saling bercerita tentang hal-hal lucu yang terjadi di rumah dan sekolah. Kami juga berbagi mimpi dan cita-cita. Aku ingin menjadi guru, sementara Fano bercita-cita menjadi pelaut. Ican ingin menjadi fotografer profesional, dan Farid bermimpi memiliki usaha wisata sendiri suatu hari nanti. Suasana terasa sangat hangat dan menyenangkan. Tidak ada rasa canggung, hanya tawa dan kebahagiaan yang mengisi hari itu.

Menjelang sore, langit mulai berubah warna menjadi oranye keemasan. Kami duduk di tepi pantai sambil menikmati matahari terbenam. Angin berhembus lembut, membawa aroma laut yang menenangkan. Kami mengambil beberapa foto terakhir sebelum pulang sebagai kenang-kenangan. Saat matahari perlahan tenggelam di ufuk barat, kami sadar bahwa hari itu adalah salah satu hari terbaik dalam hidup kami.

Dalam perjalanan pulang, meskipun tubuh kami lelah, hati kami terasa sangat bahagia. Kami berjanji untuk sering meluangkan waktu seperti ini lagi, karena kebersamaan dengan saudara adalah hal yang berharga. Jalan-jalan sederhana ke pantai hari itu bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga tentang mempererat hubungan keluarga dan menciptakan kenangan indah yang tak akan terlupakan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

AI (Artificial Intelligence)